Youtube Music Kini Didukung Siri dan Aplikasi Dekstop Mirip Spotify

0
107
YouTube Music and Siri

Google tampaknya makin gencar untuk bersaing di ranah musik streaming. Upaya ini diwujudkannya melalui YouTube Music, yang dibanggakan Google sebagai aplikasi streaming bersaing dengan Spotify dan Apple Music.
 
Aplikasi YouTube Music baru-baru ini menggantikan Google Play Music sebagai platform streaming audio bawaan khusus di perangkat OS Android 9 dan Android 10. Selain itu, YouTube Music juga menerima upgrade fitur baru, dan cepat dari sebelumnya.
 
Versi terbaru aplikasi YouTube Music ini telah didukung Siri khusus untuk perangkat iOS. Yakni serupa dengan Spotify, karena kini Apple lebih terbuka pada layanan lain untuk terintegrasi dengan asisten virtual karyanya sehingga menghadirkan lebih banyak pilihan untuk pengguna. 

Dengan dukungan Siri ini memungkinkan pengguna menggantikan Apple Music sebagai medium pencari musik kesukaan di iPhone. Sebab, setelah memasang YouTube Music 3.39, pengguna akan dapat menggunakan perintah suara untuk menjangkau lagu, album, dan daftar putar kesukaan di iPhone dan CarPlay.
 
Selain perubahan besar ini, Google menyebut juga telah mempersiapkan perubahan kecil lainnya di aplikasi versi 3.39, termasuk perbaikan bus, peningkatan performa dan perubahan dalam hal antarmuka pengguna guna mendukung pengalaman penggunaan lebih baik.
 
Sementara itu laporan lain menyebut bahwa aplikasi desktop YouTube Music masih dalam proses penguliran. Google disebutkan mengembangkan Progressive Web App (PWA) sebagai jalan pintas untuk pengalaman desktop yang tersedia dengan mengakses music.youtube.com di peramban.
 
Dengan PWA ini, pengguna dapat mengklik ikon di desktop Windows dan macOS, dan memudahkan meluncur ke layanan streaming yang didukung fitur standar, serta shortcut keyboard pendukung pemutaran cepat, pause, dan melewati konten.
 
Sebelumnya, Google juga memperkenalkan dukungan teknologi BERT pada Search. Mampu memahami sebuah kata saat dihubungkan dengan kata lain, dalam satu kalimat atau secara kontekstual. Bukan sekadar hanya menampilkan hasil pencarian berdasarkan masing-masing kata kunci. Kemampuan itulah yang membantu Google Search dalam menyajikan hasil pencarian relevan dalam bahasa yang ditawarkan. Namun saat ini, sistem BERT baru diterapkan pada bahasa Inggris, yang dinilai sebagai salah satu bahasa yang sulit.