Malware xHelper Hampir Tidak Bisa Dihapus dari Ponsel Android

0
325
malware xhelper

Sebuah malware baru-baru ini ramai dibicarakan. Tidak seperti malware biasa, jenis ini terbilang bandel. Pasalnya, meski aplikasi carriernya sudah dihapus, malware ini masih bersarang di ponsel Android pengguna. Malware xHelper namanya. 

xHelper pertama kali terdeteksi pada Maret lalu. Sejak saat itu, malware jenis ini terus berkembang. Menurut laporan Malwarebytes, pada Agustus 2019, malware xHelper sudah menginfeksi lebih dari 32.000 perangkat Android di dunia. 

Semenyara data Symantec menyebut bahwa pada bulan ini, jumlah infeksi malware xHelper sudah mencapai 42.000 pefangkst Android. Menurut Symantec, tim pengemabng malware ini mampu mencetak korban baru sebanyak 131 setiap hari. Dalam hitungan bulan, jumlah korban xHelper bisa mencapai 24.000 pengguna. 

Untuk diketahui, akar dari seluruh permasalahan iji adalah fitur web redirect. Fitur itu mengarahkan pengguna ke laman situs yang menyediakan aplikasi Android. Situs itu akan meminta pengguna untuk mengunduh aplikasi dari luar Play Store. Nah dalam aplikasi itulah teryanam kode malware xHelper. 

Tencent Terus Perangi Cheater di PUBG Mobile

Untungnya, seperti layaknya sebuah malware trojan, xHelper terbilang tidak berbahaya. Malware jenis ini tidak akan berusaha mencuri data-data sensitif. Meski begitu kehadirannya kerap mengganggu. xHelper akan menampilkan popup dan notifikasi agar pengguna mengunduh aplikasi tertentu di Google Play Store. 

Seperti sudah disebutkan, malware ini terbilang unik. Pada dasarnya, sebuah malware trojan akan mengakses smartphone pengguna melalui aplikasi yang ditungganginya. Namun tidak dengan xHelper. Malware ini menginstall dirinya sendiri ke dalam sebuah layanan mandiri. Jadi meski aplikasi pembawanya dihapus, xHelper masih akan tetap ada. Parahnya lagi, xHelper masih akan tetap ada meski sudah dilakukan factory reset. 

Beberapa pengguna melaporkan bahwa malware ini dapat dihapus dengan menggunakan antivirus berbayar di Android. Meski begitu, tidak semua pengguna yang berhasil dengan cara tersebut.

Tampaknya tim antivirus tersebut masih terus berusaha mencari cara untuk menghentikan malware tersebut.