Kredivo Klaim Ada Lebih Dari 60% Penggunanya yang Mendapatkan Akses Kredit Pertama

0
204
Kredivo

Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia yang diperkirakan mencapai 65% pada tahun ini. Bertepatan dengan Hari Inklusi Keuangan dan dicanangkan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK), Kredivo telah membuka akses kredit pertama bagi lebih dari 60% dari total penggunanya sejak berdiri pada tahun 2016.

“Pergeseran perilaku dan preferensi konsumen keuangan menuju layanan digital dengan memanfaatkan penggunaan teknologi dan internet menjadi peluang bagi para pelaku industri fintech untuk turut mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Sejak didirikan tiga tahun lalu, Kredivo fokus untuk menciptakan produk layanan kredit yang inklusif, efisien, dan aman guna menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terjangkau akses kredit.” ujar Umang Rustagi,Co-Founder & COO Kredivo. 

Untuk diketahui, ada sebanyak 85% dari pengguna yang mendapatkan akses kredit pertamanya melalui layanan ini, merupakan pengguna berusia produktif di rentang umur 18-35 tahun. Hal ini menjadi kontribusi nyata bagaimana perusahaan ini turut mampu mendorong inklusi keuangan, khususnya di segmen pasar milenial. Hal itu dilakukan dengan membuka akses kredit secara lebih mudah, nyaman, dan aman. Apalagi saat ini tingkat penetrasi kartu kredit di Indonesia masih menjadi yang terendah di kawasan ASEAN dengan penetrasi diperkirakan berada di kisaran 2%. Angka ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 20% dan Singapura 40%.

“by.U” Layanan Prabayar Digital Dari Telkomsel Untuk Generasi Z

Selain itu, jumlah pengguna aktif Kredivo mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 126% dari tahun ke tahun. Kemudahan dan kepraktisan layanan inilah yang menawarkan proses aplikasi serba online dan persetujuan yang cepat berdasarkan data alternatif calon debitur menjawab kesenjangan layanan kredit di Indonesia dan menjadi alasan jumlah pengguna terus meningkat dengan pesat. Hal ini juga menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit secara digital semakin tinggi dari waktu ke waktu.

“Kami berterima kasih terhadap penerimaan dan kepercayaan masyarakat yang luar biasa terhadap Kredivo dalam 3 tahun terakhir. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.500 pulau tersebar dari Sabang sampai Merauke, potensi peningkatan inklusi keuangan masih sangat besar. Dalam hal ini, ekosistem keuangan digital menghadirkan solusi yang tidak terbatas pada ruang dan waktu, terutama dari aspek intermediasi dan distribusi layanan keuangan yang lebih efisien. Untuk itu, ke depan kami akan terus berinovasi dan berkontribusi untuk memberikan akses kredit yang terjangkau, praktis dan aman sehingga tujuan peningkatan akses masyarakat kepada layanan keuangan dapat tercapai,” ungkap Umang.

Berdasarkan data OJK pada bulan Agustus 2019, jumlah penyaluran pinjaman yang dikucurkan oleh fintech mencapai 49,79 triliun rupiah atau meningkat 119,69% dibanding dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, fintech lending juga telah memberikan kontribusi sebesar Rp 60 triliun atau setara dengan US$ 4,5 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here