Meski Dicekal, Pendapatan Kuartal Ketiga Huawei Tetap Meningkat

0
90
huawei

Huawei memastikan bahwa perusahaannya sampai saat ini masih baik-baik saja, kendati sanksi yang dijatuhkan pemerintah Trump masih berlaku hingga sekarang. Dalam laporan kuartal ketiganya, perusahaan asal China ini melaporkan adanya peningkatan keuintungan sebesar 24,4 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu. 

Perusahaan asal China ini melaporkan bahwa selama tiga kuartal tahun ini, pihaknya sudah berhasil mengirimkan 185 juta unit smartphone buatannya. Disebutkan bahwa jumlahnya meningkat 26 persen dari tahun ke tahun. 

Hasil laporan tersebut ternyata berhasil melampaui prediksi yang sudah ada. Pasca larangan ekspor yang dijatuhkan bulan Mei lalu, perusahaan ini diprediksi akan mengalami kejatuhan. Pasalnya, analis mencatat adanya perlambatan pendapatan perusahaan ini sebesar 13 persen pada kuartal kedua tahun ini. Bahkan perusahaan ini menaksir adanya penurunan pendapatan sebesar USD30 miliar sejak perang dagang antara Amerika dan China dimulai. 

Google Pixel 4 Series Hadir, Bawa Teknologi Radar

Perusahaan ini juga mengumumkan telah menandatangani kontrak dengan 60 operator telekomunikasi untuk menyediakan jaringan 5G di seluruh dunia. Meski begitu, Huawei menyatakan tetap waspada. Chairman Huawei, Liang Ha bahwa meskipun terbilang stabil, namun tidak berarti perusahaan asal China tersebut tidak memiliki kesulitan di masa depan. 

Sebagaimana diketahui, Huawei disebut sebagai salah satu perusahaan yang sudah diap dengan jaringan 5G di dunia. Bahkan perusahaan ini sudah pernah menggelar beberapa uji coba jaringan generasi kelima tersebut. Kabar terbaru menyebut Jerman siap membuka diri untuk hadirnya jaringan 5G dari perusahaan asal China itu. 

Kendati begitu, pemerintahan Trump beberapa bulan lalu mencekal perusahaan asal China itu untuk berbisnis dengan perusahaan asal Amerika Serikat. Pasalnya, perusahaan ini dituduh bekerja sama dengan pemerintah China untuk memata-matai negeri Paman Sam melalui perangkat smartphone dan infrastruktur jaringan internetnya. 

Meskipun terganjal peraturan untuk tidak bisa lagi mendapatkan layanan Google, toh raksasa dari China ini tetap meluncurkan smartphone terbaru mereka, yakni Huawei Mate 30 Series. Smartphone ini justru hadir dengan HMS alih-alih menggunakan GMS (Google Mobile Services). Meski begitu, smartphone ini hadir spesifikasi yang tinggi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here