Halodoc dan BPJS Kesehatan Jalin Kerjasama untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

0
23
halodoc

BPJS Kesehatan menggandeng Halodoc untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis digital. Melalui kerjasama ini, keduanya akan bersama-sama menggabungkan layanan mereka guna memperluas akses dan layanan kesehatan secara digital bagi masyarakat, terutama peserta BPJS Kesehatan. 

Dalam pidato pembukaannya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyatakan dukungannya terhadap kerjasama kedua perusahaan ini. Secara khusus, ia menyebut bahwa kehadiran teknologi dapat memberi peluang besar untuk mempercepat dan memperluas akses dan layanan bagi masyarakat. 

“Pemerintah dan pelaku bisnis harus bahu-membahu berbuat sesuatu agar peluang ini tidak berlalu sia-sia. Kita harus menciptakan ekosistem digital di sektor kesehatan yang kondusif dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat di penjuru Indonesia. Untuk itu, saya sangat mendukung sinergi yang dilakukan oleh halodoc, sebagai perusahaan teknologi rintisan lokal terdepan di sektor kesehatan bersama dengan BPJS kesehatan ini.”, ujar Rudiantara. 

Melalui kerjasama ini, para pengguna aplikasi Mobile JKN milik BPJS Kesehatan akan dapat memperoleh informasi terkait kesehatan langsung dari aplikasi tersebut. Info tersebut nantinya akan disediakan oleh Halodoc. 

Wow! Call of Duty Mobile Berhasil Kalahkan PUBG dan Fortnite

Sejalan dengan itu, CEO Halodoc, Jonathan Sudharta menyebut bahwa Halodoc akan terus berkomitmen dan fokus untuk memudahkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi ini. Jonathan juga menyebut bahwa melalui kerjasama dengan BPJS Kesehatan, kesempatan akan terbuka untuk memperluas akses dan layanan kesehatan yang tidak hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan juga menjangkau masyarakat di daerah terpencil. 

Saat ini, lebih dari 50% pengguna Halodoc merupakan penduduk luar pulau Jawa. sedangkan 74% di antaranya tinggal di luar kota Jakarta dan Surabaya. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran teknologi mampu menghadirkan kesetaraan akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia. 

Sementara itu, per September 2019, jumlah peserta JKN-KIS dilaporkan telah mencapai lebih dari 221 juta jiwa. Dengan kata lain, lebih dari 83% dari total populasi masyarakat Indonesia sudah masuk dalam layanan ini. Aplikasi Mobile JKN sendiri diberikan untuk memudahkan para peserta BPJS yang ingin mendaftar atau mendapatkan informasi lebih banyak tentang JKN-KIS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here