Wow, Huawei Mau Buka Akses Bootloader di Mate 30 Series

0
115
mate 30 series

Huawei memastikan bahwa Huawei Mate 30 series tidak akan hadir dengan dukungan layanan Google. Perusahaan asal China ini akan menggunakan platform miliknya sendiri yang bernama Huawei Mobile Services. Bahkan Richard Yu, CEO Huawei mendorong para pembuat aplikasi untuk memanfaatkan platform ini. 

Meski begitu, absennya dukungan layanan Google pada smartphone ini membuatnya pincang di luar China. Pasalnya pengguna tidak akan bisa mengakses beberapa aplikasi penting di smartphone Android. Misalnya, Google Play Store, Gmail, YouTube serta aplikasi lain dalam ekosistem Google. 

Baca Juga

Fujifilm X-Pro3 bakal hadir dengan fitur mirip kamera film lawas
Perbedaan Mate 30 dan Mate 30 Pro
Huawei Mate 30 Pro Rilis. Ini Spesifikasinya

Kabar baiknya, Huawei menyatakan sedang mempertimbangkan untuk membuka akses bootloader khusus di Mate 30 series ini. Sebagaimana diketahui, dengan memiliki akses ke bootloader, pengguna bisa menginstall custom ROM pada sebuah smartphone. Ini dipandang sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan layanan Google di Mate 30 series. 

Hal ini dilakukan Huawei untuk menjawab  kekhawatiran banyak pihak karena tidak bisa mengakses layanan Google. Kendati hadir dengan spesifikasi tinggi, Huawei dilaporkan akan kesulitan menjual smartphone ini di luar China karena tidak adanya akses ke Google. Perusahaan ini boleh merasa aman di negaranya sendiri, tetapi tidak di luar China. Di negara asalnya, Huawei memang dikenal tidak memasukkan akses Google ke smartphonenya. 

“Kami membatasi (bootloader unlocking) karena kami ingin menjamin keamanan pelanggan. Namun kami ini kami akan memberikan kebebasan bagi pelanggan sehingga mereka dapat mengkustom-nya sendiri. Jadi kami berencana untuk membiarkan pelanggan melakukan itu.” ujar Richard Yu, CEO Huawei Consumer Group, seperti dilaporkan Android Authority. 

Sayangnya Yu tidak menjabarkan lebih lanjut tentang bagaimana Huawei akan menggunakan cara ini. Pasalnya, tidak semua pengguna familiar dengan akses bootloader. Kesalahan instalasi bisa saja berujung pada kerusakan software di smartphone tersebut. Hasilnya, meski memiliki spesifikasi tinggi, flagship Huawei dipastikan tidak akan bisa digunakan sama sekali, bahkan dengan HMS sekalipun. 

Meski begitu, pernyataan Richard Yu menjadi angin segar bagi siapa saja yang tertarik dengan spesifikasi tinggi yang ditawarkan Huawei. Pasalnya smartphone ini hadir dengan RAM dan memori internal besar, fitur kamera yang banyak, layar Horizon Display dan tentunya, dukungan Leica pada kameranya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here