Apple Gunakan Bahan Daur Ulang untuk Taptic Engine

0
33
taptic engine

Apple dilaporkan memiliki strategi baru untuk membuat produknya lebih ramah lingkungan. Perusahaan itu kabarnya berencana untuk logam langka untuk membuat Taptic Engine dari komponen yang di daur ulang. 

Untuk diketahui, Taptic Engine merupakan aktuator linear kecil yang menghasilkan umpan balik berupa haptic khas yang dimiliki iPhone. Apple sendiri pertama kali memperkenalkan komponen ini pada Apple Watch generasi pertama sebelum akhirnya membawanya ke produk iPhone 7. Taptic Engine diklaim mengandung seperempat logam langka dalam satu iPhone. 

Dulu, Apple mendapatkan komponen itu dari pemasok pihak ketiga. Namun perusahaan itu juga menyatakan sudah menggunakan robot untuk mendapatkan logam langka tersebut. 

Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu juga sedang bereksplorasi untuk meningkatkan mesin daur ulang tradisional. Mesin inilah yang akan menghancurkan perangkat iPhone sampai ke bahan dasarnya. Nantinya sejumlah logam langka tersebut akan disimpan. Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah logam ini memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga dapat rusak dalam proses tersebut. 

Baca juga

Wuih, Pesan Starbucks Bisa Pakai Perintah Suara
4 Langkah Keamanan Mobile Banking di Smartphone
Sekarang Bisa Selfie 3D di Snapchat

Untuk diketahui, apa yang dilakukan Apple ini sangatlah vital. Pasalnya proses daur ulang ini sangat penting bagi kelangsungan Bumi. selain digunakan dalam produk elektronik, ada 17 mineral lain yang termasuk dalam logam langka di Bumi. Logam-logam ini digunakan untuk membuat kendaraan listrik dan panel surya. 

Sebuah studi yang baru saja dirilis menemukan bahwa kekurangan logam langka cenderung membatasi kemampuan untuk memenuhi target pengurangan emisi di dunia. Apple sejak 2017 sudah mulai membicarakan untuk mengurangi ketergantungan menambang logam langka tersebut. 

Langkah ini disebut akan membantu Apple untuk mengatasi kekurangan pasokan potensial jika berhubungan dengan hubungan perdagangan antara China dan AS terus memburuk. China saat ini menambang 80 persen dari pasokan logam langka di Bumi. Negara itu telah mengancam bakal membatasi ekspor ke AS jika perang dagang masih terus berlanjut. 

Wakil Presiden Apple, Lisa JAckson mengatakan kepada Reuters bahwa kebijakan itu tidak terkait dengan ketegangan perdagangan yang sedang terjadi. Lisa menekankan bahwa ini merupakan suatu kebetulan di mana ada niat baik untuk planet sekaligus berbisnis. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here