Telegram sindir WhatsApp di Twitter

0
264
telegram

Telegram dan WhatsApp menjadi dua aplikasi pesan yang saat ini memiliki banyak pengguna di dunia. Keduanya hadir dengan keunggulan mereka masing-masing.

Nah, baru-baru ini, WhatsApp membuat sebuah pengumuman di Twitter. Anak perusahaan Facebook itu menyatakan bahwa aplikasi  kini menawarkan batas transfer file sebesar 100MB. Bahkan perusahaan ini mendorong pengguna untuk beralih ke WhatsApp untuk mengirim file besar yang tidak bisa dikirim melalui email. 

Ini merupakan salah satu peningkatan besar yang dilakukan aplikasi pesan tersebut. Pasalnya, sebelum ini WhatsApp hanya mendukung file transfer sebesar 16MB saja. Dalam cuitan itu, WhatsApp tampak membanggakan peningkatan tersebut. 

Kendati begitu, salah satu kompetitor aplikasi tersebut tidak tinggal diam. Telegram, aplikasi berbasis pesan itu membalas cuitan WhatsApp. Perusahaan asal Rusia itu menuliskan begini: “Need to send a message but the attachment it too large for other messengers? Try using Telegram instead, where you can send files of up to 1,5GB”. 

Pada intinya, Telegram ingin menunjukkan bahwa layanannya mendukung pengiriman file dengan jumlah jauh lebih besar, yakni 1,5GB.

Cuitan yang seharusnya dibanggakan WhatsApp tampaknya malah balik menyerang perusahaan tersebut. Namun harus diperhatikan, mengirim file sebesar 1,5GB tanpa koneksi Wi-Fi akan membebani kuota data kamu. Sebaiknya lakukan ketika kamu sedang terhubung ke Wi-Fi. 

Sebagaimana diketahui, WhatsApp dan Telegram terus bersaing untuk menggaet penggunanya. Pasalnya kedua aplikasi ini sama-sama berbasis aplikasi pesan. Keduanya pun menawarkan fitur enkripsi end-to-end yang akan mencegah pesan yang dikirim untuk diintip oleh pihak ketiga. 

Penjualan iPhone 11 di Asia Diprediksi akan Lesu

Salah satu keunggulan WhatsApp adalah layanan ini tersedia pada berbagai platform, mulai dari Android, iOS bahkan Windows Phone. Layanan ini juga dapat digunakan di versi Web. Penggunanya jauh lebih banyak ketimbang Telegram. 

Sementara di sisi lain, Telegram menawarkan fitur yang tidak terdapat di pesaingnya. Misalnya, aplikasi ini menawarkan fitur bernama Secret Chat. Telegram mengaku tidak akan menyimpan pesan yang dikirim dengan fitur tersebut. Pesan ini hanya dapat dibaca oleh perangkat yang mengirim dan menerima pesan tersebut. Bahkan meski menggunakan akun yang sama, mustahil untuk dapat membaca pesan rahasia di perangkat yang lain. 

Tak hanya itu, Telegram juga memiliki kuota anggota grup yang lebih besar, yakni 200.000 anggota. Tersedia pula berbagai saluran dengan topik-topik tertentu. Pencarian pun bisa dilakukan secara global, tidak seperti WhatsApp yang terbatas pada kontak telepon saja. 

Terlepas dari itu semua, keduanya memiliki fitur dan keunggulan masing-masing. Tinggal bagaimana pengguna akan memanfaatkan masing-masing keunggulan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here