App Store pakai algoritma baru, kurangi munculnya aplikasi buatan Apple

0
97
app store

Apple memastikan menerapkan algoritma baru di toko aplikasinya. Nantinya, algoritma ini akan mengurangi kemungkinan munculnya aplikasi besutan Apple ketika pengguna mencari kata kunci tertentu. 

Hal itu disampaikan oleh Phil Schiller dan Eddy Cue, dua  jajaran eksekutif di Apple. Keputusan ini berangkat dari temuan bahwa App Store cenderung menampilkan aplikasi buatan Apple untuk pencarian standar di toko aplikasi itu. Nah, hal itu tidak terjadi lagi dengan adanya algoritma tersebut. Mudahnya, pencarian “Music” tidak hanya menampilkan Apple Music saja, tetapi juga hingga tujuh aplikasi serupa yang tersedia di App Store. 

Apple mengatakan hal ini bisa terjadi karena fitur mesin peringkat App Store di mana aplikasi dari pengembang yang sama sering ditampilkan bersamaan. Fitur ini dapat membantu, misalnya ketika pengguna mencari kata “kantor”, mereka dapat melihat sebagian besar aplikasi besutan Microsoft. 

Namun, popularitas aplikasi besutan Apple terlalu besar sehingga mendominasi frekuensi kemunculannya di App Store. Salah satu penyebabnya kemungkinan adalah para pengguna iPhone dan iPad tampaknya menggunakan pencarian tersebut untuk menemukan kembali aplikasi yang sudah mereka pasang pada ponsel sebelumnya. Ketika pengguna memilih aplikasi Apple, popularitasnya meningkat secara tidak proporsional ke aplikasi lain. 

Siap-siap! Apple Akan Umumkan iPhone 11 Baru

Misalnya, ketika mencari kata “musik”, yang muncul pertama kali adalah Apple Music, kemudian disusul GarageBand, iTunes Remote, Music Memos, iTunes Store, iMovie dan Clips yang semuanya merupakan aplikasi buatan Apple. Aplikasi pesaing Apple tampaknya tidak mendapatkan tempat di hasil pencarian tersebut. 

Untuk diketahui, beberapa bulan lalu Apple pernah mematikan fitur pengelompokan ini. Hasilnya, aplikasi buatan Apple sempat menurun tajam du peringkat pencarian populer. Dari hasil pencarian TV misalnya, aplikasi Apple yang tadinya muncul empat buah tinggal tersisa dua. Demikian juga dengan pencarian lainnya. 

Apple tidak memposisikan perubahan ini sebagai sebuah koreksi. Para eksekutif Apple mengindikasikan bahwa algoritma ini berfungsi dengan baik dan dibuat untuk membantu pengembang lain yang sudah membayar Apple. 

“Kami tidak menjalankan pencarian di App Store yang dirancang atau dimaksudkan untuk mendorong unduhan aplikasi kami sendiri,” kata Schiller. “Kami akan menyajikan hasil berdasarkan apa yang kami pikir diinginkan pengguna.” lanjutnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here