Cara Ampuh Kenali Penipuan Online

0
127
Penipuan online

Kalau kamu terbiasa dengan proses digital payment, pasti pernah melalui tahap verifikasi. Biasanya, tahap ini memerlukan identitas kamu dalam bentuk foto KTP dan foto selfie dengan KTP. Hal ini diperlukan agar penyedia layanan yakin bahwa kamu yang sebenarnya melakukan transaksi di dalamnya. Tapi jangan salah penipuan online bisa terjadi dari sini.

Peretas bisa saja memalsukan website dari layanan yang kamu pakai untuk mendapatkan identitas diri kamu. Parahnya, identitas ini bisa disalahgunakan untuk tindak kejahatan lainnya. Atau malahan, data kamu bisa dijual ke pihak lain. 

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengidentifikasi hal ini, agar kamu lebih berhati-hati. Berikut ini Teqnoforia hadirkan cara mengenali penipuan secara online. 

Error dan Kesalahan Ketik

Kemungkinan besar, email dan formulir entri data tidak akan tertulis dengan frasa yang cukup baik. Apakah situs web resmi dan email dari organisasi besar akan dipenuhi dengan kesalahan tata bahasa dan kesalahan ketik?

Alamat Pengirim yang Mencurigakan

Penipuan kerap datang dari alamat yang terdaftar pada layanan email gratis, atau milik perusahaan tanpa afiliasi dari apa pun yang disebutkan dalam email. Jadi perhatikan, biasanya email dari perusahaan hampir dipastikan tidak menggunakan email publik seperti gmail, melainkan email khusus milik perusahaan bersangkutan. 

Nama Domain Tidak Sesuai

Nama email bisa jadi terkesan sah, namun situs yang menghosting formulir pendaftaran palsu itu cenderung berlokasi pada domain yang tidak sah. Contohnya saja, dalam sebuah email yang diklaim dari LinkedIn meminta calon korban untuk mengunggah foto identitas ke Dropbox. 

Hal ini tidak masuk akal. Pasalnya tidak mungkin layanan sekelas LinkedIn meminta pengguna menuju Dropbox, bukan situs LinkedIn langsung. 

Batas Waktu Yang Ketat

Biasanya, email palsu ini memiliki batasan waktu yang sangat singkat. Hal ini dilakukan pelaku untuk memperkuat kesan mendesak dalam email tersebut. Karena aspek urgensi itu, calon korban cenderung tidak akan berpikir lagi dan langsung mengikuti arahan untuk masuk ke dalam jebakan. 

Kembali Meminta Informasi Yang Sama

Kalau sebuah layanan meminta kembali informasi yang sama, padahal sudah pernah kamu berikan, hampir dapat dipastikan bahwa itu adalah permintaan palsu. Pasalnya, dalam beberapa kasus bank, identitas kamu akan dikonfirmasi untuk membuka akun. Kalau pelaku memiliki akses terhadap identitas itu, coba bayangkan apa yang akan terjadi?

Tidak Ada Informasi Terkait di Situs Web Resmi

Cara terbaik untuk mengetahui apakah permintaan di email kamu itu benar atau tidak adalah dengan mengunjungi website layanan yang bersangkutan. Nah, kalau tidak ada informasi terkait permintaan tersebut, maka dipastikan kalau itu merupakan permintaan palsu. 

Nah itu tadi cara-cara yang dapat kamu gunakan untuk mendeteksi penipuan online di internet. Intinya, kamu harus lebih hati-hati dalam menggunakan internet. Banyak orang tidak bertanggung jawab di luar sana yang berusaha memanfaatkan kelengahan kamu. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here