Ternyata Ada Malware yang Meretas iPhone Bertahun-tahun

0
405
Iphone

Sistem operasi Android sudah banyak digunakan. Bahkan sebentar lagi, sistem operasi itu akan berusia 10 tahun. Namun sifatnya yang terbuka membuat orang beranggapan kalau Android tidak lebih aman dari iOS di iPhone.

Siapa yang bakal menyangka bahwa ternyata ada banyak website yang meretas iPhone selama bertahun-tahun. Website-website tersebut mengeksploitasi cacat nol hati pada iPhone. Parahnya, situs itu menerima ribuan pengunjung setiap pekan. 

Hal ini justru ditemukan oleh Google. Laporan Project Zero yang dirilis Google menunjukkan bahwa smartphone Apple itu sudah diretas selama bertahun-tahun. Tidak terhitung lagi berapa banyak pengguna iPhone yang mengunjungi situs peretas itu. 

Malware tersebut, jika sudah terinstall, dapat mencuri data berupa file pengguna dan mengunggah lokasi langsung dimana pengguna iPhone berada. Tak hanya itu, malware tersebut juga dapat mengetahui informasi login pengguna.

Tapi Google menyatakan bahwa malware ini bukanlah jenis yang ganas. Mudahnya, ketika perangkat iPhone dinyalakan ulang, malware itu akan menghilang. Kendati begitu, hal ini tidak serta merta menghilangkan kemungkinan bahwa malware itu sudah mengirim data ke peretas.

Untungnya, Apple dilaporkan sudah memperbaiki cacat tersebut, seperti dilansir dari Ubergizmo. Update untuk mengatasi malware tersebut sudah diberikan sejak awal tahun ini. Nah, untuk kalian para pengguna iPhone, apakah sudah memperbaharui sistem operasi kalian? Kalau belum, segera lakukan. Pasalnya malware ini masih akan bekerja pada sistem iOS yang belum diperbaharui. 

Sebenarnya bukan hanya iOS saja yang berpotensi terkena malware. Android pun demikian. Malahan, baru-baru ini, Kaspersky menyatakan bahwa aplikasi CamScanner mengandung malware berbahaya. Malware itu akan menampilkan iklan dan menelusuri isi file pengguna Android. 

Karena temuan itulah, Google sempat menghapus CamScanner dari toko aplikasinya. Namun untuk saat ini, CamScanner sudah tersedia kembali di Google Play Store. Pengembang aplikasi itu sudah menghilangkan malware yang diklaim dimasukkan oleh pihak ketiga.

Pada intinya, berhati-hatilah menggunakan aplikadi di smartphone. Aplikasi resmi belum tentu bersih dari malware. Jangan malas untuk memperbaharui sistem operasi kamu. Pasalnya, setiap pembaharuan akan memberikan sistem pengamanan yang lebih baik dari sebelumnya.