Hati-hati Pinjam Uang Online! Data Dicolong oleh Penyelenggara Ilegal

0
250

Sebanyak 940 Fintech Lending ilegal menjamur dan mendominasi peminjaman online di Indonesia. Tak hanya domestik, Fintech itu juga berasal dari luar negeri.

“Fintech illegal itu terjadi karena dia memberi pinjaman dengan mudah dengan bunga yang tinggi, membocorkan data kemana-mana dan mengirim ke debt collector dan ini kita sebut dengan inklusi keuangan yang menyakitkan,” kata Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Financial Technology OJK, Hendrikus Passagi, dikutip dari Antaranews

Ia menambahkan bahwa kinerja dari illegal lending fintech merupakan tanggung jawab pengawasan dari OJK. Adapun tiga tugas utama yang dilakukan, adalah menjaga data yang ada agar tidak disalahgunakan, menjaga kepentingan nasional, dan mencegah illegal lending yang bisa dipakai untuk terorisme, pencucian uang dan menggangu sistem keuangan.

Ia juga sudah menelusuri bahwa hingga sekarang ada 113 penyelenggara fintech lending yang terdaftar/berizin di OJK. Jika dibandingkan dengan fintech ilegal yang berjumlah 947 perusahaan tentu saja sangat miris.

Maka, kewajiban OJK adalah menutup penyelenggara fintech lending ilegal melalui Satgas Waspada Investasi (SWI). Secara rutin OJK dan SWI menelusuri penyelanggara fintech lending ilegal.

“Tapi saat ini belum ada UU perlindungan data pribadi, jadi setiap melakukan peminjaman dari fintech lending illegal saya pastikan semua data pribadinya disalin dan digunakan. Bayangkan kalau berasal dari luar negeri artinya hampir semua data pribadi disalin di luar negeri, ” ungkapnya.

Selain itu, terdapat aturan dari pihak OJK yang mewajibkan fintech Lending terdaftar dan memiliki izin di OJK hanya bisa mengakses kamera, mircrofon dan occasion. Sementara untuk akses lainnya tidak diperkenankan. Sebab, data yang ada harus dibatasi agar tidak disalahgunakan. Sedangkan untuk yang ilegal dapat dipastikan semua nomer, dan data yang ada di ponsel dapat diambil.

“Sementara untuk fintech landing perbulan februari kami sudah mengajukan instruksi hanya boleh mengakses camera, mikrofon dan ccasion diluar itu ya harus dimusnahkan agar tidak berpeluang menjual data, ” ujar Hendrikus Passagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here