WhatsApp Dibatasi untuk Cegah Peredaran Hoaks dan Ujaran Kebencian di Jakarta

0
1667
Rudiantara

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menuturkan bahwa saat ini WhatsApp dibatasi untuk mencegah peredaran hoaks dan ujaran kebencian. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kerusuhan yang terjadi di Jakarta.

Menurut Rudiantara, pembatasan akses ini dilakukan untuk mencegah makin beredarnya ujaran kebencian dan hoaks. Sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Sistem komunikasi voice enggak masalah. Viralnya bukan di media sosial, tetapi di WhatsApp. Jadi, fitur yang sementara enggak diaktifkan adalah video dan gambar (melalui WhatsApp),” jelas Rudiantara saat konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta.

Ramadan Jadi Perhatian Google di Sejumlah Layanan

Menurut Chief RA biasa ia disapa. Pada fitur foto dan video bisa secara emosional memengaruhi seseorang. “Mohon maaf, sementara dan (mudah-mudahan) bisa cepat selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan, lebih dari 200 juta orang pengguna ponsel. Dan mayoritas dari mereka memakai WhatsApp. Sekarang, pembatasan akses sementara ini dilakukan pada tiap provider. 

Selain WhatsApp, layanan Facebook, Instagram, dan Twitter juga dibatasi. Karena bisa menyebarkan gambar dan video secara masif. Sedangkan layanan teks masih bisa berjalan semestinya di lintas platform.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here