Masih Belum Mendapat Izin, Gojek Terhadang Regulasi di Filipina

0
612
tarif baru ojek online

Gojek terhadang regulasi yang cukup ketat di Filipina. Unicorn Indonesia itu masih belum bisa memenuhi kriteria atas kepemilikan lokal di negeri Rodrigo Duterte itu.

Dilansir Reuters, Dewan Waralaba dan Regulasi Transportasi Darat (LTFRB) dengan tegas menolak aplikasi Velox Technology Inc. Hal ini membuat jalan Gojek semakin terjal di Asia Tenggara. Padahal Grab sudah menguasai beberapa negara di Asia Tenggara.

Dilansir Deal Street Asia (19/3), Pengajuan Gojek untuk mendapat izin operasi di Manila sudah dikirim Agustus lalu. Sayangnya, pengajuan itu ditolak. Sekadar info, Gojek mengajukan lewat Velox (anak perusahaanya).

Salah satu faktor penolakan Gojek, menyoal kepemilikan asing yang hanya dibatasi hingga 40%. Perizinan pun ditolak pada Januari lalu.

3 Tips Ini, Mudahkan Kita Untuk Mengenali Berita Bohong!

“Mereka mengajukan banding untuk dipertimbangkan kembali, namun gagal memperbaiki persyaratan kepemilikan Filipina,” kata Kepala Badan Pengatur Waralaba dan Transportasi Darat (LTFRB) Martin Delgra kepada Reuters. 

Di lain sisi, juru bicara Gojek mennuturkan bahwa perusahaan begitu kecewa dan akan mencoba mengeksplorasi opsi yang lain. 

“Gojek kecewa dengan keputusan LTFRB yang menolak upaya kami atas rekomendasi dan tawaran kami bagi kebutuhan mendesak para komuter Filipina untuk pilihan transportasi yang lebih banyak. Kami sekarang akan mengeksplorasi opsi kami,” kata juru bicara Gojek.