Telegram dapat pengguna baru

Ibarat mendapat durian runtuh, Telegram dapat pengguna baru akibat dari tumbangnya layanan Facebook, Instagram dan WhatsApp kemarin.  Kenaikan jumlahnya juga signifikan dibandingkan sebelumnya.

Hal ini dikatakan founder Telegram, Pavel Durov dalam saluran resminya. Meski demikian, Durov tidak merinci secara detil apa saja yang membuat jumlahnya naik signifikan.

“Saya melihat tiga juta pengguna baru yang mendaftarkan diri di Telegram selama 24 jam terakhir.” tulis Pavel Durov.

Pernyataan tersebut muncul terkait masalah privasi yang akan diklaim Mark Zuckerberg. Ia mengatakan bahwa orientasi platform Facebook akan berubah, dari iklan menjadi lebih menjamin privasi.

Dilansir dari TechCrunch, seorang juru bicara dari Telegram menuturkan ada kemungkinan kenaikan jumlah pengguna ditengarai akibat down-nya Facebook.

Kamu Bisa Unduh Video dari Instagram Pakai Dua Aplikasi Ini

Seperti diketahui, tahun lalu Telegram menginformasikan jumlah pengguna aktif bulanannya melebihi 200 juta pengguna. Meski demikian, tak semua negara mengijinkan aplikasi ini. Diantaranya China, Iran, dan Rusia.

Di Rusia (tempat asal telegram), pemerintah melarang penggunaan Telegram karena pengembang tak mengijinkan percakapan penggunanya dibuka.

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika sempat memblokir Telegram. Pasalnya, radikalisme dan terorisme tersebar melalui aplikasi tersebut.

Namun, setelah dipakai sensor untuk memfilter pesan yang ada di Telegram, aplikasi ini kembali dibuka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here