Smartphone lipat

CEO BlackBerry, John Chen, meramalkan bahwa keberadaan smartphone lipat tidak akan menuai kesuksesan. Menurutnya, inovasi yang dihadirkan oleh smartphone lipat tidaklah terlalu signifikan.

Dilansir Phone Arena, Chen sendiri lebih menyukai sesuatu yang lebih prima. Seperti peningkatan fungsi pada sebuah smartphone dibandingkan aspek lainnya. Sehingga ia melihat kehadiran ponsel lipat bukanlah sebuah terobosan yang berkelas.

Beberapa tahun belakangan, teknologi seperti pemindai sidik jari, pengenalan wajah, dan pemindai iris mata, sudah ada sebelum ponsel pintar lipat ada. Dan itu menambah fungsi.

Terinspirasi dari Film, Agate Lahirkan Game Dilan

Sementara smartphone lipat justru malah semakin tebal ketika dilipat. Meski layar menjadi semakin besar.

“Semua orang menginginkan layar yang lebih besar, tapi smartphone-smartphone (smartphone lipat) itu menjadi tebal,” ujar Chen.

Di pasaran sendiri, sudah terdapat dua smartphone yang melenggang. Yakni, Samsung Galaxy Fold dan Huawei Mate X.

Meski demikian, style lipat keduanya tidaklah sama. Huawei Mate X mengadopsi satu layar besar untuk sebuah smartphone utuh. Sehingga harus dilipat ke arah belakang.

Sedangkan Galaxy Fold mempunyai dua layar. Modelnya dilipat saat tertutup. Jika ingin membuatnya seperti tablet, maka tinggal membuka layaknya buku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here