drone internet 5G

Percobaan Drone internet 5G yang memiliki tenaga surya dan mampu menembakkan jangkauan ke Bumi akan terbang. Pesawat nirawak itu akan segera lepas landas.

Dikutip dari Digital Trends, drone bernama Hawk 30 ini merupakan hasil kolaborasi Softbank dan AeroVironment, sebuah perusahaan kedirgantaraan AS.

Tujuan penerbangan drone tersebut untuk memberikan konektivitas 5G dan Internet of Things (IoT) dari langit. AeroVironment sudah berpengalaman selama 20 tahun. Sejak pertama kali mulai membangun pesawat high-altitude long endurance (HALE) untuk NASA, 1997.

Dari tahun itu, program Environmental Research Aircraft and Sensor Technology dari NASA bermodalkan tiga drone bertenaga surya dan sel bahan bakar dari AeroVironment.

Dibanderol Rp 90 Juta, Ini Penampakan iPhone Versi Sultan

Prestasi gemilang ditorehkan, melalui kemitraan itu munculah Helios Prototype, sebuah pesawat ringan pada 2001 yang mampu mencapai ketinggian 30 km. Naas, selang dua tahun kemudian, pesawat tersebut kecelakaan dan hancur di Samudra Pasifik.

Lalu di 2010, sebuah drone HALE diterbangkan untuk membawa muatan sistem pengawasan dan komunikasi. Sayang drone ini juga jatuh pada 2011.

Selain AeroVironment, Google dan Facebook juga sempat meluncurkan pesawat bertenaga surya demi memperluas jangkauan internet ke daerah-daerah terpencil di seluruh dunia.

Tapi, kedua perusahaan itu tidak fokus ke rencana tersebut. Bahkan, perusahaan induk Google, Alphabet, membuat project Loon, sebuah proyek untuk mengirim internet melalui balon sangat tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here