pneumonia

Teknologi artificial intelligence sudah merambah ke berbagai bidang. Salah satunya ke dunia medis. Setelah menjadi alat bantu untuk mendeteksi kanker, kini penyakit pneumonia bisa dideteksi. Hebatnya, tingkat akurasi bisa mencapai 87 persen.

Pneumonia adalah salah satu penyakit yang mengganggu pernapasan secara akut dan berimbas pada kinerja paru-paru. Penyakit mematikan tersebut sudah membunuh jutaan orang setiap tahunnya.

Dilaporkan dari Digital Trends, bahwa 16 persen anak-anak meninggal dunia disebabkan penyakit ini. Pneumonia membuat paru semakin meradang dan membengkak. Imbasnya, paru-paru berisi air atau cairan lendir. Lazimnya, dikenal dengan istilah paru-paru basah.

Sebelumnya, jika ingin mendeteksi paru-paru basah ini dibutuhkan dokter ahli dan perangkat canggih seperti mesin X-ray. Tapi sekarang Sonavi Labs sudah menciptakan stetoskop berteknologi AI yang akurat.

“Stetoskop digital kami memiliki kontrol noise sehingga dapat bekerja hampir di seluruh lingkungan dan dapat mendeteksi suara tidak normal dari paru-paru,” ujar James West, profesor peneliti di Johns Hopkins University.

Yang lebih hebatnya lagi, Stetoskop tersebut juga dapat menggunakan teknologi machine learning. Sehingga bisa membedakan pasien dengan Pneumonia atau dengan pasien bebas penyakit paru ini  berdasarkan suara nafasnya.

Bocorannya, Sonavi Labs menghadirkan dua stetoskop digital tahun ini, yakni Feelix dan FeelixPro.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here