drone internet

Facebook ternyata tetap fokus menggarap rencana besar menyoal drone internet. Perusahaan teknologi itu tetap berupaya menyasar berbagai komunitas di berbagai area lewat drone.

Untuk mewujudkannya, Facebook pun bekerja sama dengan Airbus. Harapannya, kolaborasi ini akan membuat sinergi yang luar biasa. Terbukti, hal ini makin menggenjot drone Zephyr S untuk merealisasikannya.

Kabarnya, kedua raksasa ini bahkan sudah mengujicoba Zephyr S pada November 2018 lalu di Australia. Sayang, hingga sekarang belum ditemukan bukti kongkrit adanya hal tersebut.

Sekadar info, Zephyr S mempunyai bentang sayap sepanjang 25 meter. Memiliki bobot kurang dari 75 kg. Drone ini mampu terbang selama 25 hari, 23 jam dan 57 menit.

Dengan durasi terbang selama itu, Zephyr menjadi satu-satunya drone yang memiliki jam terbang paling panjang. Sebenarnya, Zephyr merupakan drone kemanusiaan yang bertugas masuk ke wilayah-wilayah yang tak bisa dijangkau.

Nantinya, Facebook akan memperluas akses internet di daerah-daerah berkembang di kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin. Zephyr pun dipercaya bisa lebih teruji dibandingkan drone sebelumnya, yakni Aquila. Drone itu jatuh ketika mencoba mendarat di cuaca berangin.