Perusahaan smartphone di Indonesia mencatat rekor sebagai penjualan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal (Q2) 2018.

Menurut dari laporan firma riset internasional IDC, sebesar 9,4 juta unit smartphone terjual dalam tiga bulan terakhir yang berakhir Juni 2018.

Angka tersebut terus bertumbuh 22 persen dari kuartal ke kuartal (QoQ), atau 18 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (YoY). Xiaomi juga disebut menjadi vendor yang mencatat pertumbuhan tertinggi.

Pada kuartal II-2018, Xiaomi berhasil memperoleh pangsa pasar sebanyak 25 persen, kenaikan yang signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya tiga persen.

Xiaomi juga menggeser Oppo yang pada kuartal II-2018 ini mengalami penurusan pangsa pasar menjadi 18 persen, dibandingkan pada tahun lalu 24 persen.

Menurut Risky Febrian, analisis IDC, hal ini dikarenakan inovasi yang ditawarkan Xiaomi dalam menghadirkan smartphone terjangkau yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Xiaomi yang sudah mengalami berbagai tantangan di masa lalu, berhasil unjuk gigi di pasar smartphone Indonesia dan menduduki posisi kedua setelah Samsung,” ujar Risky.

“Tidak seperti Oppo dan Vivo yang strateginya menggenjot kampanye pemasaran, Xiaomi justru fokus menghadirkan smartphone yang kompetitif dari segi spesifikasi dan harga, sehingga masyarakat dapat menyisihkan duit lebih,” tambahnya.

Xiaomi Jadi Terbesar Kedua di Indonesia Setelah Geser Oppo

Kestabilan Samsung sebagai raja smartphone Indonesia dapat dikatakan mulai tidak aman. Dikarenakan, pangsa pasar Samsung dan Xiaomi saat ini hanya terpaut dua persen.

Dilansir dari situs resmi IDC (7/9/2018), Samsung menghimpun 27 persen pangsa pasar smartphone Indonesia atau turun lima persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Pada posisi ketiga ditempatkan Oppo dengan pangsa pasar 18 persen. Oppo juga mengalami penurunan pertumbuhan dari yang sebelumnya 24 persen.

Vivo juga mengalami kenaikan, walau pertumbuhannya tidak segila Xiaomi. Pabrikan asal China dapat meraup sembilan persen pangsa pasar di Indonesia, naik enam persen dari sebelumnya yang hanya tiga persen.

Terakhir ada Advan yang mampu menghimpun pangsa pasar sebanyak enak persen. Angka itu menurun dari yang sebelumnya sembilan persen.

Lima pemain utama (Top 5) smartphone di Indonesia mampu mendominasi pasar dengan pangsa pasar total 85 persen. Sisanya hanya lima persen yang digarap vendor-vendor lain.

Pertumbuhan dari vendor lain dapat dikatakan tidak positif. Pada 2017 lalu, gabungan vendor lain mampu meraup pangsa pasar sebanyak 29 persen atau hampir dua kali lipat dari kinerja tahun ini. (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here