Bukan menjadi hal baru, jika peredaran dari smartphone Black Market (BM) di Indonesia masih sangat marak.

Smartphone ini diklaim memiliki harga yang lebih terjangkau, akan tetapi dapat merugikan penggunanya karena tidak memiliki layanan purna jual serta bukan produk resmi.

Salah satu vendor asal Tiongkok ini juga ikut terkena imbas akan hal ini, yaitu Xiaomi. Menanggapi hal tersebut, pihak dari Xiaomi melalui Steven Shi, Country Manager Xiaomi Indonesia mengatakan jika pihak Xiaomi akan bekerja sama dengan pemerintah serta melakukan tindakan tegas.

“Ini adalah pekerjaan kami untuk menyetop penjualan (BM) dan menutup store. Kami akan menyakinkan jika Xiaomi memberikan yang terbaik untuk pelangggan,” ujar Steven Shi.

Selain itu, Xiaomi juga akan mengambil langkah pasti dengan menambahkan beberapa toko resmi Xiaomi, yaitu Authorized Mi Store.

Seperti kabar sebelumnya, smartphone BM Xiaomi Mi 5 sempat heboh di Indonesia pada bulan Juni 2018. Pada saat ditelusuri di kawasan Thamrin City, produk ini dijual secara illegal.

Lantaran pada waktu itu smartphone belum secara resmi dipasarkan di Indonesia serta distributor pun diketahui belum ada yang memasarkannya saat ini.

Maka dari itu, keberadaan smartphone tersebut di pasaran diduga merupakan hasil selundupan atau dari pasar black market. (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here