Tanggal 2 September 2018 merupakan hari 10 tahunnya Google Chrome. Chrome pertama kali mulai pada saat pengembangan dan pengguna internet semakin frustasi dengan Firefox dan Internet Explorer.

Google menggunakan bagian dari mesin rendering WebKit Apple dan Mozilla Firefox untuk membantu menghidupkan Chrome.

Dilansir dari The Verge, Chrome sendiri berfokus pada standar web dan HTML5 yang melewari uji Acid1 dan Acid2 pada saat peluncurannya.

Ini adalah langkah yang signifikan ketika Microsoft berjuang mematuhi standar web terbuka dengan browser Internet Explorer-nya.

Bagian yang terpenting lain dari rilis pertama Chrome adalah ide tentang tab peramban “kotak pasir” sehingga jika salah satu tabrakan tidak akan memengaruhi yang lain.

Ini juga dapat membantu meningkatkan kecepatan dan stabilitas Chrome secara umum di samping mesin JavaScript V8 milik Google.

Setelah usianya sudah mencapai satu dekade, browser ini sekarang mendominasi pasar desktop dalam menjelajah web.

Google Chrome dominasi pasar browser

Chrome sudah mengamankan 60 persen bagian pasar browser di desktop, dan para ahli dari Chrome terus memperbaikinya dengan fitur-fitur baru dan mendorong standar web terbaru.

Chrome sudah berubah menjadi lebih dari sekedar browser web, dan bisa dijalankan di perangkat lunak, macOS, Linux, Android, Windows, bahkan iOS.

Saat ini Chrome memberdayakan Chrome OS, sistem operasi ringan Google untuk laptop dan tablet.

Walaupun perangkat lunak tersebut belum sepenuhnya siap untuk tablet, Google sudah menghadirkan aplikasi Android ke Chrome OS untuk menjadikan Chromebook dan tabletnya lebih bermanfaat.

Bahkan Linux yang lengkap hadir di Chrome OS dalam waktu dekat, dan Chrome membantu mendorong aplikasi web progresif untuk membuat aplikasi web jauh lebih baik.

Demikian pula, Chrome belum terlihat mendesain ulang tampilan selama beberapa tahun ini, akan tetapi Penyegaran Desain Material sedang dilakukan ke browser di bulan ini. (RH)