Aplikasi chatting asal Jepang, Line ikut mulai merambah pasar mata uang digital. Perusahaan ini merilis mata uang digital pertamanya, Link dan jaringan blockchain Line Chain.

Bukan seperti mata uang digital pada umumnya, Link tidak akan dilepas pada pengguna lewat Initial Coin Offering (ICO).

Mata uang digital akan diberikan melalui sistem hadiah sebagai bentuk kompensasi untuk pengguna setelah menggunakan layanan tertentu.

Nanti pengguna bisa menggunakan Link sebagai alat pembayaran untuk membeli konten-konten yang ada pada Line, seperti game, tema, stiker, dan lain-lain.

Dilansir dari Tech Crunch, Link akan mulai didaftarkan pada Bitbox yang mewadahi aset digital secara global. Kemudian Link akan didistribusikan kepada pengguna mulai September 2018.

“Selama tujuh tahun terakhir, Line mampu tumbuh menjadi layanan global karena pengguna, dan sekarang dengan Link kami ingin membuat sistem kompensasi untuk pengguna,” ujar Takeshi Idezawa, CEO Line.

Sebanyak satu miliar Link nantinya didistribusikan secara berkala. Dari jumlah total tersebut sebanyak 800 juta Link akan diberikan kepada pengguna sedangkan 200 juta lainnya akan dikelola perusahaan Link sebagai dana cadangan.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa Link belum bisa diluncurkan di negara asalnya sendiri, Jepang. Karena, pengguna mata uang digital Link masih tersebut dengan regulasi di sana.

Line Link sendiri diluncurkan untuk membantu mendongkrak jumlah pengguna Line yang semakin menurun. Selama satu terakhir pasar Line secara global mulai tergerus oleh Facebook, WhatsApp, dan WeChat. (RH)