GoPro Siapkan Tiga Action Cam Baru dengan Banderol Terjangkau

0
442
GoPro Siapkan Tiga Action Cam

Produsen pembuat dari merk action cam ternama, yakni GoPro. Kembali merilis tiga action cam baru yang diklaim merupakan action cam dengan harga terjangkau.

Alasan GoPro akan merilis tiga action cam dengan harga murah, dikarenakan musim liburan akan tiba. Rencana ini sudah dinyatakan GoPro setelah melihat perkiraan pendapatan perusahaan yang berada di atas proyeksi pada analisis dari Wall Street.

Selain itu, GoPro juga tertarik merilis produk yang ditujukan untuk entry-level. Produk action cam GoPro akan dirilis di tahun 2018 ini.

Menurut GoPro, produk entry-level action camera ini dihadirkan sebagai pengganti dari Hero Session. Seperti yang sudah diketahui, Hero Session merupakan action cam termurah dari GoPro.

Hero Session dirilis pada 2015 lalu merupakan versi mungil dari GoPro. Dikarenakan ukuran yang mungil, GoPro rela mengorbankan layar LCD yang terdapat ada di kamera GoPro.

Akan tetapi ada yang menarik, perangkat ini dinyatakan sudah dilengkapi dengan fitur water resistant, maka kamu tidak perlu repot lagi untuk menggunakan pelindung kamera saat ingin mengabadikan momen di dalam air.

Dilansir dari Ubergizmo, Nick Woodman, CEO GoPro mengatakan, permintaan akan GoPro Session lebih tinggi dari yang diharapkan pada tahun 2017. Akan tetapi, GoPro berencana akan mengakhiri masa produksi dari Hero Session dan mengganti dengan produk lain dengan kelas yang sama, yakni entry-level.

Produk ini akan menjadi pengembangan produk GoPro di 2018. Sayangnya, ia tidak menyebutkan spesifikasi lebih lengkap mengenai produk teranyar ini.

Dilansir dari Reuters, model kamera yang akan dibanderol di bawah harga kebanyakan GoPro ini akan mengikuti model kamera sebelumnya seharga $200 atau sekitar Rp2,9 juta. Hal ini menjadi salah satu upaya mengembalikan para pengguna action cam yang sudah beralih ke smartphone.

Perusahaan mengatakan kamera $200 yang lebih murah tidak akan menjadi pesain kamera mahal mereka yang memiliki harga hingga $700.

Kamera GoPro terbarunya masih belum diketahui namanya, diyakini mampu menaikkan pendapatan kuartal ketiga dari $260 juta menjadi $280 juta.

Berbicara mengenai dampak tarik impor di China, GoPro mengaku tidak merasakan dampaknya.

“Untuk saat ini, GoPro belum terpengaruh oleh tarif yang dikenakan pada barang yang diproduksi di Tiongkok,” ujar Woodman.

Sekedar informasi tambahan, GoPro dalam dua tahun ke belakang sudah mengalami masa yang sulit. Bahkan, perusahaan ini memecat 7% dari seluruh karyawannya. Perluasan produk seri yang lebih terjangkau diharapkan dapat membawa angin segar bagi perusahaan ini. (RH)