Mengenal Ampere, Startup Kompetitor Intel

0
719

Selain PC dan laptop, pasar komputer juga terdiri dari komputer server. Berbeda dengan lainnya, hampir seluruh pasar server dikuasai oleh satu perusahaan yakni Intel.

Menurut laporan dari VentureBeat saat ini Intel masih memiliki pangsa pasar hingga 99 persen, yang artinya hampir seluruh komputer server di dunia menggunakan prosesor Intel.

Bukan berarti Intel tidak mempunyai saingan. Misalnya, AMD yang menjadi pesaing utama di pasar server, bahkan tahun lalu AMD baru saja merilis prosesor baru bernama EPYC.

Akan tetapi, AMD masih belum bisa menggeser Intel. Namun, ada satu pemain baru yag memiliki potensi untuk bersaing dengan Intel.

Ampere yang merupakan perusahaan rintisan (startup) yang didirikan langsung oleh mantan presiden Intel, Renee James. Ampere adalah perusahaan yang bisa dikatakan akan memproduksi prosesor khusus untuk server.

Yang lebih menariknya, prosesor ini dikembangkan oleh Ampere menggunakan arsitektur ARM, bukan seperti Intel yang menggunakan x86.

ARM sendiri merupakan arsitektur yang dibuat untuk dipakai di perangkat mobile karena mempunyai efisiensi konsumsi daya yang sangat baik. Mereka ingin prosesor server-nya menjadi yang paling efisien di pasar saat ini.

Dalam laporan VentureBeat Ampere sudah memiliki prototype prosesor server berbasiskan arsitektur RAM. Ambisi Ampere saat ini adalah menguasai pasar server dan data center, yang mampu mengalahkan Intel yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun bersama prosesor Xeon-nya.

Ampere merupakan perushaan startup yang didirikan dari ‘reruntuhan’ Applied Micro, perusahaan pembuat microchip asal California.

James mundur dari jabatan sebagai presiden Intel pada 2016. Lalu, dia bergabung dengan The Carlyle Group yang kini menjadi investor utama untuk Ampere.

“Untuk melakukannya (menggapai ambisi utama Ampere) diperlukan dana yang sangat banyak. Kami sudah memiliki sebagian dananya.” Ujar James.

Untuk membangun server ini James dibantu oleh para teknisi ahli dari Applied Micro, dia juga merekrut berbagai teknisi ahli dari berbegai tempat, termasuk Apple, AMD, bahkan Intel. Beberapa teknisi yang direkrut adalah mantan Chip Architect Intel, Atiq Bajwa, serta mantan Chip Architect AMD, Greg Favor.

Ampere tidak bisa dianggap enteng karena The Carlyle Group yang juga berada di belakangnya memiliki dana besar. Perusahaan tersebut dikatakan memiliki aset hingga USD 56 miliar (sekitar Rp759 trilun) dan berhasil meraup keuntungan hingga USD 76 miliar (sekitar Rp1.030 triliun) sejak tahun 1990.

Prosesor Ampere yang pertama masih berupa prototipe. Namun, prosesor yang menggunakan 32 core ARM-A 64-bit diklaim bisa berjalan di 3,3GHz dan mampu menggunakan memori sampai 1 TB. Lebih menakjubkan lagi, satu sistem server hanya membutuhkan daya 125 watt. Ampere akan diproduksi secara masal pada tahun 2018. (RH)